LOMBA KOTAKU DI KABUPATEN DEMAK

Demak – Kegiatan Lomba Kampung Juara adalah wujud nyata Pemerintah Kabupaten Demak dalam upaya mempercepat penangganan kumuh, Lomba Kampung Juara dilaksanakan dengan kurun waktu +- 3 bulan, dengan persaingan yang sangat ketat. dan hasil nilai yang hampir imbang. dan hasil terbaik didapatkan oleh Kecamatan Demak yaitu Kelurahan Kalicilik dan Kelurahan Bintoro Meraih Juara I Lomba KOTAKU Kampung Juara.

Wakil Bupati Demak Joko Sutanto mengungkapkan rasa senangnya karena salah satu kampung kumuh di Demak sudah sangat bersih melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) pada 2019 semakin intensif digiatkan di Kabupaten Demak. Sebab melalui kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat itu diharapkan mampu menyulap kawasan kumuh di perkotaan menjadi lebih bersih tertata.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Demak Alhmad Sugiharto menjelaskan, Kotaku adalah program nasional atau tepatnya upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia. Menjadi targetnya adalah penuntasan program 100-0-100, yakni 100 persen akses air beraih, 0 persen kawasan kumuh serta 100 persen akses sanitasi.

Meski didanani APBN, namun Kotaku merupakan kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Maka itu diberlakukan participatory planning, yakni ada partisipasi masyarakat dalam merencanakan lingkungannya sendiri. Mulai dari RT, RW hingga kelurahan. Sehingga kaitannya keberlanjutan pemeliharaannya pun sifatnya swakelola.

Lebih lanjut disebutkan, dana APBN 2019 untuk Kotaku di Kabupaten Demak total senilai Rp 3 miliar. Diperuntukan penataan kawasan kumuh di Desa Kalikondang dan Kelurahan Bintoro, tepatnya Kampung Gendingan. Oleh karena berbasis masyarakat, maka dana Kotaku pun langsung ditransfer ke Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) kawasan pemukiman kumuh yang ditata.

Program Kotaku yang dikoordinasi Bappeda dan Litbang, Dinperkim juga Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak dinilai bagus di tataran Provinsi Jateng. Dari 38,15 hektar lahan kumuh di wilayah Bintoro dan Kalikondang, sejak dilaksanakan Kotaku pada 2018, saat ini  turun menjadi 6,54 hektar. Karenanya pula diraih predikat Juara I kategori Penanganan Kumuh tingkat Provinsi Jateng.

Dokumentasi Juara Lomba KOTAKU di Kabupaten Demak

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *