SEDEKAH BUMI DI DESA KEDONDONG

Demak – Apitan/sedekah Bumi di Desa Kedondong dilaksanakan pada hari selasa (30/7) di Aula Balai Desa Kedondong. tradisi apitan ini diisi dengan hiburan ketoprak Wahyu Kencono dari Pati Kanti Lakon JOKO KENDIL. Bulan Apit seakan menjadi hajatan akbar bagi masyarakat Kecamatan Demak. Desa-desa di daerah ini melakukan tradisi rutin tahunan yang biasa disebut Apitan/Merti Bumi/Sedekah Bumi.

Apa itu Tradisi Apitan? Tradisi apitan adalah acara tahunan yang digelar sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT. Nama Apitan berasal dari kata Apit yang merupakan nama dari salah satu bulan di dalam penanggalan jawa. Atau disebut Dzulqo’dah dalam bulan hijriah.

Mengapa disebut bulan Apit? Penamaan bulan Apit berkaitan dengan posisinya yang berada di antara dua hari raya besar Islam. Yaitu hari raya idul fitri di bulan syawal dan hari raya idul adha di bulan Besar (Dzulhijjah). Karena diapit dengan dua hari raya besar inilah yang membuatnya disebut bulan Apit. Bulan Apit seakan menjadi hajatan akbar bagi masyarakat Kecamatan Demak. Desa-desa di daerah ini melakukan tradisi rutin tahunan yang biasa disebut Apitan/Merti Bumi/Sedekah Bumi.

Apa itu Tradisi Apitan? Tradisi apitan adalah acara tahunan yang digelar sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT. Nama Apitan berasal dari kata Apit yang merupakan nama dari salah satu bulan di dalam penanggalan jawa. Atau disebut Dzulqo’dah dalam bulan hijriah.

Mengapa disebut bulan Apit? Penamaan bulan Apit berkaitan dengan posisinya yang berada di antara dua hari raya besar Islam. Yaitu hari raya idul fitri di bulan syawal dan hari raya idul adha di bulan Besar (Dzulhijjah). Karena diapit dengan dua hari raya besar inilah yang membuatnya disebut bulan Apit.

 

Dokumentasi Sedekah Bumi di Desa Kedondong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *